Bupati Murung Raya Buka Pelatihan MPA Kecamatan Murung untuk Perkuat Pencegahan Karhutla
Puruk Cahu, merdeka45detik . Com– Bupati Murung Raya, Heriyus SE, meminta masyarakat untuk sementara menahan diri dan tidak melakukan pembakaran lahan maupun ladang di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Hal tersebut disampaikan Heriyus saat membuka Pelatihan Masyarakat Peduli Api (MPA) Kecamatan Murung di Aula Kantor Kecamatan Murung, Kamis (8/10/2026).
Heriyus menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Murung Raya telah menetapkan status darurat karhutla sejak 19 September 2026. Kondisi cuaca panas dan kekeringan yang terjadi saat ini dinilai turut meningkatkan risiko kebakaran.
“Kepada seluruh masyarakat kita sampaikan melalui semua kepala desa untuk menahan dulu dan jangan membakar lahan atau ladang dengan cara membakar,” tegas Heriyus.
Menurutnya, pencegahan karhutla tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan bersama mulai dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, BPD hingga masyarakat.
Ia mengapresiasi pelaksanaan pelatihan MPA di Kecamatan Murung yang dinilai penting untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Heriyus juga menyoroti adanya dugaan pembakaran lahan yang dilakukan secara sengaja. Menurutnya, kondisi tersebut dapat menyulitkan upaya penanganan karena personel, peralatan dan fasilitas pemadam harus dikerahkan ke berbagai titik kebakaran.
Sebagai bentuk kepedulian pribadi, Heriyus menyampaikan akan memberikan bonus sebesar Rp10 juta bagi pihak yang menemukan pelaku pembakaran lahan yang dilakukan secara sengaja.
Selain pencegahan, Heriyus meminta pemerintah desa dan masyarakat memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Ia menyebut anggaran desa dapat dimanfaatkan sesuai ketentuan untuk mendukung penanganan bencana, termasuk karhutla, kekeringan dan banjir.
Ia juga meminta peralatan pemadam yang tersedia di setiap desa dipersiapkan dan dirawat dengan baik agar dapat digunakan sewaktu-waktu. Peralatan tersebut, kata dia, tidak hanya untuk menangani karhutla, tetapi juga dapat dimanfaatkan ketika terjadi kebakaran di wilayah permukiman.
Di tengah kondisi kabut asap, Heriyus mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan dan menggunakan masker. Kondisi asap yang kembali menebal juga menjadi perhatian karena dapat berdampak terhadap aktivitas masyarakat, termasuk proses belajar mengajar.
Pelatihan MPA Kecamatan Murung tersebut diikuti sekitar 70 peserta dari 13 desa dan dua kelurahan se-Kecamatan Murung. Kegiatan turut dihadiri Kalaksa BPBD Murung Raya Fitrianul Fahriman, unsur pemerintah kecamatan, lurah, kepala desa, BPD serta tamu undangan lainnya.
Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan, pengetahuan dan keterampilan dalam mencegah serta melakukan penanganan awal karhutla di wilayah masing-masing.
(Sem Firdaus)
Posting Komentar