Dharma Wanita Persatuan Murung Raya Gelar Pelatihan Empek-empek & Tekwan, Lynda Krestiane Dorong Kreativitas Kuliner Lokal
Puruk Cahu, merdeka45detik .com– Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Murung Raya menggelar Pertemuan Rutin Tahun 2025 yang dirangkai dengan pelatihan pembuatan empek-empek dan tekwan, Kamis (20/11/2025). Acara berlangsung dengan penuh antusias dan dihadiri oleh pengurus DWP dari berbagai OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Murung Raya.
Dalam sambutannya, Ketua DWP Kabupaten Murung Raya, Lynda Krestiane, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan tersebut dan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir. Ia juga menceritakan bahwa jadwal kegiatan sempat berubah karena menyesuaikan dengan agenda pelatihan kader Posyandu sehari sebelumnya.
Ibu Lynda menjelaskan alasan dipilihnya pelatihan pembuatan empek-empek dan tekwan. Menurutnya, makanan khas Palembang tersebut memiliki potensi besar sebagai peluang usaha rumahan (UMKM) dan bisa dikembangkan menjadi produk kuliner khas Murung Raya.
“Empek-empek dan tekwan adalah makanan yang sudah menasional. Rasanya bisa diterima oleh lidah masyarakat Indonesia. Jika kita kuasai cara pembuatannya dengan benar, ini bisa menjadi peluang usaha di Kabupaten Murung Raya,” ujar Lynda.
Ia juga menekankan pentingnya memahami SOP pembuatan empek-empek dan tekwan, mulai dari pemilihan ikan, penggunaan tepung, hingga cara mencampur adonan. Kesalahan kecil, katanya, bisa memengaruhi rasa dan kualitas produk.
Lynda turut mendorong para peserta agar berani berinovasi dalam menciptakan produk kuliner baru. Bahkan, menurutnya, kemungkinan besar Murung Raya bisa memiliki ciri khas tersendiri dalam rasa dan penyajian empek-empek maupun tekwan.
“Mungkin ke depan Murung Raya bisa punya versi empek-empek atau tekwan sendiri. Kita bisa kembangkan rasa, bentuk, dan branding yang cocok dengan lidah masyarakat lokal,” ungkapnya.
Ia juga mencontohkan beberapa kuliner lain seperti sayur lodeh dan bubur ayam, yang menurutnya bisa dikreasikan menjadi hidangan khas daerah jika digarap secara serius dan kreatif.
Melalui pelatihan ini, DWP Murung Raya berharap keterampilan para anggota semakin meningkat, tidak hanya untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dapat menjadi sumber penghasilan tambahan dan pemberdayaan perempuan di daerah.
“Jangan sampai pelatihan ini hanya berlangsung hari ini saja. Harus ada tindak lanjut, ada yang benar-benar bisa membuat dan menjualnya dengan kualitas yang baik. Harapan saya, suatu saat kita tidak perlu lagi memesan dari Palembang, karena Murung Raya sudah bisa menghasilkan sendiri,” pungkasnya.
(Sem firdaus)
