Ad

Kemarau Panjang, Petani Murung Raya Diminta Bijak Kelola Lahan dan Air

PURUK CAHU, merdeka45detik. Com— Musim kemarau yang masih berlangsung di Kabupaten Murung Raya membuat sektor pertanian menghadapi sejumlah tantangan. Selain terbatasnya sumber air, kondisi lahan yang kering juga meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.

Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Murung Raya mengingatkan petani agar lebih berhati-hati dalam mempersiapkan lahan menjelang musim tanam. Penggunaan api untuk membersihkan lahan diminta tidak dilakukan secara sembarangan.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Murung Raya, Sri Karyawati, mengatakan masyarakat perlu memperhatikan kondisi lingkungan sebelum melakukan aktivitas pembukaan lahan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dalam skala besar. Apabila menggunakan api, harus benar-benar dikendalikan dan diawasi supaya tidak merembet ke kawasan lain,” ujar Sri Karyawati, Kamis (3/9/2026).

Menurutnya, aktivitas berladang masih menjadi salah satu kegiatan masyarakat sehingga pendekatan yang dilakukan pemerintah adalah memberikan pemahaman sekaligus mendorong masyarakat tetap memperhatikan aspek keselamatan dan aturan yang berlaku.

Kekeringan Mulai Ganggu Aktivitas Budidaya

Persoalan lain yang dihadapi petani adalah semakin terbatasnya pasokan air. Kondisi tersebut mulai dirasakan pada sejumlah lahan persawahan maupun kebun sayuran.

Sri menjelaskan, beberapa sumber air yang selama ini dimanfaatkan petani mengalami penurunan debit. Bahkan, terdapat tempat penampungan air dan bendungan kecil yang mulai mengering sehingga tidak dapat digunakan secara maksimal.

“Sebagian besar lahan pertanian kita terdampak kondisi kering. Petani sayuran juga mengalami kendala dalam memperoleh air untuk menyiram tanaman,” ungkapnya.

Ia meminta petani menyesuaikan kegiatan budidaya dengan kondisi masing-masing wilayah. Penanaman dalam jumlah besar sebaiknya ditunda apabila ketersediaan air belum mencukupi.

Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus menjaga aktivitas bercocok tanam, masyarakat dapat memanfaatkan pekarangan dengan sistem penanaman menggunakan pot atau polybag. Metode tersebut dinilai lebih mudah dikontrol karena kebutuhan air dapat diberikan sesuai kondisi tanaman.

Bibit Cabai Disiapkan untuk Dibagikan

Di sisi lain, Dinas Pertanian dan Perikanan Murung Raya telah menyiapkan sejumlah bibit cabai yang berada di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP).

Bibit tersebut direncanakan didistribusikan kepada perangkat daerah, pemerintah kecamatan, kelurahan dan TP-PKK. Pemanfaatan bibit diharapkan dapat mendorong masyarakat mengoptimalkan lahan yang tersedia.

Penerima bibit nantinya diminta memberikan perhatian khusus terhadap perawatan tanaman, terutama dalam penyediaan air. Hal ini penting mengingat curah hujan masih rendah dan kondisi tanah relatif kering.

Pengembangan Kawasan Agrowisata Berlanjut

Sementara itu, rencana pengembangan Rest Area Mini sebagai kawasan agrowisata tetap menjadi bagian dari program Dinas Pertanian dan Perikanan Murung Raya.

Untuk sementara, penanaman berbagai jenis tanaman buah dihentikan karena kondisi cuaca belum mendukung. Penanaman akan dilanjutkan setelah kondisi kelembapan tanah dan ketersediaan air lebih memungkinkan.

Meski penanaman ditunda, pemeliharaan kawasan tetap dilakukan. Petugas secara rutin membersihkan dan menjaga kondisi lokasi setiap minggu.

Sri mengatakan pihaknya juga memiliki rencana melakukan pembenahan kolam apabila dukungan anggaran tersedia. Pembenahan tersebut diharapkan dapat memperkuat fungsi kawasan dan mendukung pengembangan Rest Area Mini sebagai salah satu lokasi agrowisata di Murung Raya.

“Pemeliharaan tetap berjalan meskipun penanaman ditunda. Kami berharap kawasan ini dapat terus dikembangkan secara bertahap sehingga nantinya memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Dinas Pertanian dan Perikanan Murung Raya mengajak petani dan masyarakat untuk bersama-sama menghadapi musim kemarau dengan meningkatkan kewaspadaan, menghemat penggunaan air, serta menghindari aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran.

(RED)
Baca Juga:
https://www.merdeka45detik.com/2026/09/kemarau-panjang-petani-murung-raya.html

Berita Terbaru

  • Kemarau Panjang, Petani Murung Raya Diminta Bijak Kelola Lahan dan Air
  • Kemarau Panjang, Petani Murung Raya Diminta Bijak Kelola Lahan dan Air
  • Kemarau Panjang, Petani Murung Raya Diminta Bijak Kelola Lahan dan Air
  • Kemarau Panjang, Petani Murung Raya Diminta Bijak Kelola Lahan dan Air
  • Kemarau Panjang, Petani Murung Raya Diminta Bijak Kelola Lahan dan Air
  • Kemarau Panjang, Petani Murung Raya Diminta Bijak Kelola Lahan dan Air

Posting Komentar

Ad
Ad