Pemkab Murung Raya Susun Strategi Mitigasi Bencana Melalui Kajian Risiko 2026–2030
Puruk Cahu – Pemerintah Kabupaten Murung Raya terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan bencana melalui penyusunan Kajian Risiko Bencana Kabupaten Murung Raya Tahun 2026–2030.
Sebagai bagian dari proses penyusunan dokumen tersebut, Pemkab Murung Raya menggelar Diskusi Publik Kajian Risiko Bencana di Aula Bapperida Puruk Cahu, Kamis (4/6/2026). Kegiatan ini menjadi wadah untuk menghimpun berbagai masukan dari pihak terkait guna menghasilkan kajian yang sesuai dengan kondisi wilayah.
Diskusi tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah, instansi vertikal, akademisi, dunia usaha, organisasi masyarakat, hingga pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap upaya pengurangan risiko bencana.
Melalui forum ini, peserta membahas berbagai potensi ancaman bencana yang dapat terjadi di Kabupaten Murung Raya, seperti banjir, kebakaran hutan dan lahan, tanah longsor, cuaca ekstrem, serta berbagai risiko bencana lainnya.
Penyusunan kajian risiko bencana tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai tingkat ancaman, kerentanan, serta kapasitas daerah dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana.
Pemerintah Kabupaten Murung Raya menilai dokumen Kajian Risiko Bencana 2026–2030 memiliki peran penting sebagai dasar dalam menentukan arah kebijakan pembangunan, penyusunan program mitigasi, serta penguatan kesiapsiagaan masyarakat.
Selain menjadi pedoman bagi pemerintah daerah, hasil kajian juga diharapkan dapat membantu dalam menentukan langkah prioritas, termasuk pengelolaan sumber daya dan strategi penanganan bencana yang lebih efektif.
Dalam diskusi publik tersebut, seluruh peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan data, masukan, serta rekomendasi agar dokumen yang disusun benar-benar menggambarkan kondisi nyata di lapangan.
Melalui kerja sama antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, Kabupaten Murung Raya diharapkan semakin tangguh dalam menghadapi potensi bencana serta mampu melindungi masyarakat melalui sistem mitigasi dan kesiapsiagaan yang lebih baik.
Posting Komentar